suarapelopor.id JAKARTA – Liga Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (LMID) mengutuk keras agresi imperialisme global dan segala bentuk intervensi militer terhadap Republik Bolivarian Venezuela. LMID menilai upaya penggulingan pemerintahan sah Presiden Nicolás Maduro sebagai serangan nyata terhadap prinsip demokrasi dan kedaulatan rakyat.
Sikap tersebut disampaikan LMID melalui siaran pers yang diterbitkan di Jakarta, Senin (5/1/2026). Dalam pernyataannya, LMID menegaskan tindakan agresif terhadap Venezuela tidak dapat dipandang sebagai konflik internal semata, melainkan bagian dari skenario sistematis kekuatan imperialisme untuk menguasai sumber daya alam dan menghancurkan semangat revolusi sosial di Amerika Latin.
“Dunia internasional hari ini sedang menyaksikan pengkhianatan terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Penangkapan paksa dan upaya destabilisasi terhadap pemerintahan Nicolás Maduro adalah bentuk intervensi yang mencederai kedaulatan sebuah bangsa,” kata Ketua Umum Eksekutif Nasional LMID, Tegar Afriansyah.

LMID menilai apa yang terjadi di Venezuela merupakan cerminan kesombongan imperialisme, khususnya Amerika Serikat, yang dinilai tidak menghormati pilihan politik rakyat suatu negara. Menurut LMID, intervensi tersebut merupakan upaya sistematis untuk melemahkan negara-negara yang berani melawan dominasi global.
LMID menyatakan solidaritas penuh kepada rakyat Venezuela yang disebut tengah berjuang mempertahankan kedaulatan negaranya dari campur tangan asing. Mahasiswa Indonesia, kata LMID, berdiri bersama rakyat Venezuela dalam melawan segala bentuk penindasan dan neo-kolonialisme.
Melalui siaran pers tersebut, LMID menyampaikan lima tuntutan utama. Pertama, mengutuk keras seluruh bentuk intervensi militer, pendudukan, dan operasi intelijen asing yang bertujuan menggulingkan pemerintahan sah Venezuela.
Kedua, LMID mendesak komunitas internasional untuk menjamin keselamatan Presiden Nicolás Maduro serta memulihkan posisinya sesuai konstitusi Venezuela dan mandat rakyat.
Ketiga, LMID menuntut penghentian embargo dan sanksi ekonomi sepihak terhadap Venezuela yang dinilai telah menjadi bentuk “genosida ekonomi” terhadap rakyat sipil.
Keempat, LMID meminta Pemerintah Republik Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, untuk aktif menyuarakan penolakan terhadap intervensi asing di Venezuela dalam forum internasional, termasuk PBB, sejalan dengan amanat Pembukaan UUD 1945 untuk menghapuskan penjajahan di atas dunia.
Kelima, LMID menyerukan solidaritas global kepada gerakan mahasiswa, buruh, dan rakyat di Indonesia maupun dunia untuk bersatu menolak segala bentuk neo-kolonialisme dan imperialisme.
Tegar sapaannya itu menegaskan, nasib rakyat Venezuela sepenuhnya harus ditentukan oleh rakyat Venezuela sendiri, bukan oleh kekuatan asing.
“Perjuangan rakyat Venezuela adalah perjuangan kita bersama melawan penindasan dan dominasi imperialisme,” tegasnya.
LMID menutup pernyataannya dengan seruan solidaritas internasional bertajuk Hands Off Venezuela dan Yankee Go Home, sebagai simbol perlawanan terhadap intervensi asing di negara berdaulat. (*)
